Abu Lahab Lengkap [Nama Asli, Istri dan Anak, Kejelekan, Kisah, Membunuh Nabi, Meninggal]

Abu Lahab Lengkap - Siapakah nama asli Abu Lahab? Abu Lahab artinya apa? Siapa nama istri dan anak dari Abu Lahab? Apa saja kejelekan Abu Lahab? Kisah Abu Lahab ingin mencelakai nabi? Abu Lahab ingin membunuh Nabi? dan kapan Abu Lahab meninggal? Selengkapnya bisa kamu baca di artikel di bawah ini.

Nama Asli Abu Lahab

Nama asli Abu Lahab adalah Abdul Al-Uzza bin 'Abdul Muttalib. Abu lahab masih memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad, karena ia adalah paman Nabi. Namun menentang keras ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yaitu agama Islam. Nama Abdul Al-Uzza memiliki arti sebagai hamba patung Uzza, maka Allah SWT tidak menghendaki ia diyakini sebagai hamba Uzza meskipun itu adalah namanya.
Abu Lahab Lengkap [Nama Asli, Istri dan Anak, Kejelekan, Kisah, Membunuh Nabi, Meninggal]
Selain nama Abu Lahab, ayahnya juga memberi julukan padanya dengan nama Abu 'Utbah karena wajahnya tampan seperti bunga yang mereka dan kedua pipinya yang selalu merah seperti terbakar. Nama Abu Lahab sendiri memiliki arti bapak dari api yang berkobar. Ia termasuk dari pemuda Quraisy yang tampan, sayangnya ia memiliki mata yang juling.

Ayah Abu Lahab menikah dengan Lubna binti Hajir bin Abdul Manaf, yang berasal dari kabilah Khuza'i. Dari pernikahan dengan Lubna, mereka hanya Abu Lahab anak mereka. Berdasarkan surat Al-Lahab ayat 2: Yang artinya: Tidaklah berguna baginya harta benda dan apa yang dia usahakan. Merujuk arti ayat ini, maka pekerjaan Abu Lahab adalah seorang pedagang atau pengusaha.

Istri dan Anak Abu Lahab

Abu Lahab menikah dengan Ummu Jamil yang merupakan putri dari Harb bin Umayyah dan merupakan saudari Abu Sufyan. dari pernikahan itu mereka memiliki tiga orang putra bernama Utbah, Mu'attib dan Utaybah bin Abu Lahab. Sedangkan ketiga putrinya bernama Durrah, Izzah dan Khalidah binti Abu Lahab.

Kedua putranya menikah dengan putri-putri Nabi Muhammad. Utbah menikah dengan Ruqqayah, sedangkan Utaybah menikah dengan Ummu Kalsum, namun setelah kedua putri Nabi Muhammad masuk Islam dan turun surat Al-Masad maka ia mendesak kedua putranya untuk menceraikan putri-putri Nabi.

Kejelekan Abu Lahab

Abu Lahab merupakan keturunan dari Bani Hasyim, Quraisy dan termasuk sebagai orang yang membenci dan menentang keras ajaran Islam setelah Bi'tsah. Abu Lahab dan istrinya selalu melakukan berbabagai cara untuk menyakiti dan menentang Nabi Muhammad SAW. Karena itu turanlah surat Al-Masad sebagai pencelaan Abu Lahab dan istrinya.

Selain selalu berusaha menyakiti Nabi, Abu Lahab juga pernah bersama beberapa orang mencuri tali emas yang dihadiahi ayahnya untuk Kakbah, namun karena intervensi paman-pamannya dari Kabilah Khuza'ah ia selamat dari hukuman. Ia selalu menganggap mukjizat Nabi sebagai sihir, ia juga selalu mencemooh dan menghalangi tablig Islam.

Dan ketika kaum Quraisy membuat keputusan menggembargo kaum muslimin dan Bani Hasyim, ia satu-satunya orang dari Bani Hasyim yang bersama Quraisy. Bahkan ikut andil bersama para pembesar Quraisy yang berniat membunuh Nabi Muhammad SAW di malam hari.

Nabi Muhammad SAW pernah ingin membeli budak yang bernama Tsaubiyah pada Abu Lahab untuk dibebaskan, sayangnya ia tak sudi menjual Tsaubiyah pada Nabi Muhammad. Namun setelah Nabi hujrah ke Madinnah, ia sendiri membebaskan Tsaubiyah dari status budak.

Kisah Abu Lahab Mencelakai Nabi

Pernah saat Nabi sedang sholat dalam posisi bersujud, ia hendak melempar batu ke kepala Nabi Muhammad SAW. Namun tangannya tak bisa di gerakan. Jadi sampai Nabi selesai sholat, ia terus memegang batu tersebut. Karena itu ia meminta agar Nabi berdoa pada Allah agar tangannya bisa kembali digerakan dan Nabi pun mendoakannya, setelah tangannya bisa digerakan ia malah menganggap jika Nabi telah melakukan sihir.

Abu Lahab, Aqabah bin Ubai dan Mu'aith merupakan tetangga Nabi yang memiliki sifat terburuk, di mana mereka melempari rumah Nabi dengan kotoran. Ketika Nabi melakukan siar Islam pada sekelompok orang, Abu Lahab dan Abbas maju ke depan dan berseru, "keponakan kami ini bohong, jangan sampai ia menyesatkan kalian dari agama kalian."

Dan pada musim haji, Nabi menemui para rombongan yang datang ke Mekah untuk menyeru mereka pada ajaran Islam. Namun kaum Quraisy datang ke tengah-tengah mereka dan menghina Nabi Muhammad SAW dalam hal ini Abu Lahab lah yang paling gigih mencerca Nabi, bahkan ia mengikuti Nabi dari belakang dan melemparinya dengan batu hingga kaki Nabi bercucuran darah. Ia juga mengatakan Nabi sebagai seorang pembohong.

Ketika ayah Abu Lahab, Abdul Muththalib hendak meninggal dunia, ia mengumpulkan seluruh anak-anaknya dan berwasiat pada mereka untuk mengasuh Nabi Muhammad. Ketika Abu Lahab mengusulkan diri untuk menjadi pengasuh Nabi, ayahnya menolak dan berkata: "jauhkan kejahatanmu darinya!" akhirnya ayah Abu Lahab menyerahkan pengasuhan Nabi Muhammad kepada Abu Thalib.

Abu Lahab adalah musuh yang paling keras diantara para musuh Islam. Ia mengabdi pada berhala Uzza, ia juga pernah berkata "jika Uzza menang maka saya akan menjadi pelayannya dan jika Muhammad menang-dan itu tidak akan terjadi- maka putra saudarakulah yang akan menjadi tuanku."

Saat, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk memulai dakwanya secara terang-terangan dimulai dari keluarganya terlebih dahulu. Nabi pun mengundang anak-anak Abdul Muththalib kerumahnya sebagai tamu dengan jamuan sedikit tapi membuat semua tamu kenyang semua , Abu Lahab menyakini jika keberkahan itu sebagai pengaruh dari sihir Nabi. Karena itu Nabi memilih diam dan menunda dakwanya tentang Islam pada hari berikutnya.

Abu Lahab Ingin Membunuh Nabi

Abu Lahab melakukan konspirasi pembunuhan kepada Nabi Muhammad setelah Abu Thalib meninggal. Bahkan ketika mereka hendak memilih orang-orang diantara kabilah Quraisy yang ikut serta dalam rencana pembunuhan itu, Abu Lahab mewakili kaum Bani Hasyim yang mengusulkan diri.

Saat mereka hendak menyerang rumah Nabi, Abu Lahab mencegahnya mereka menyerang di waktu malam dan mengatakan" jika pada kegelapan malam para wanita dan anak-anak kecil terkena bahaya, maka kemalangan atau kehinaan ini tidak akan lenyap selamanya di tengah-tengah Arab." akhirnya penyerangan itu ditunda ke pagi harinya.

Setelah Nabi Muhammad melakukan Hijrah ke Madinah dan terjadi perang badar, Abu Lahab tidak ikut berperang bersama pasukan Quraisy karena jatuh sakit. Namun ia mengirim seorang budak untuk menggantikannya yaitu 'Ash bin Hisyam bin Mughirah dengan balasan bahwa ia akan memaafkan hutang yang dulu di pinjam oleh 'Ash bin Hisyam.

Ia juga pernah dipukuli kayu oleh istri Abbas bin Abdul Muththalib yang bernama Ummu Fadhl sebagai pembelaan terhadap Abu Rafi', hinggal kepalanya mengalami pendarahan hebat.

Kapan Abu Lahab Meninggal?

Abu lahab meninggal pada tahun 2H atau 624 Masehi, karena sakit keras setelah 7 hari Perang Badar selesai. Karena khawatir penyakit Abu Lahab menular, kaum Quraisy membawa jasad Abu Lahab keluar kota Mekah dan dikuburkan diantara tumpuan batu.Ibnu Batutah menyebutkan jika kuburan Abu Lahab dan istrinya berada di luar Mekah, di mana orang-orang yang lewat akan melemparinya dengan batu.

Sebab permusuhan dengan Nabi Muhammad adalah: persaingan dengan Abu Thalib karena setelah ayahnya meninggal Abu Thalib menjadi kepala kaum Bani Hasyim dan melindungi Nabi Muhammad. Sifat fanatik dan kecenderungan kabilah, karena istrinya adalah kaum Bani Umayyah maka Abu Lahab melindungi Bani Umayyah. Di sisi lain ibu Abu Lahab yang berasal dari kabilah Khuza'ah memiliki kedengkian pada kaum Quraisy. Ia juga takut berperang dengan Arab, ia menyakini bahwa penerimaan Islam berarti pengumuman perang dengan semua Arab.

Demikianlah informasi mengenai Abu Lahab. Semgoa bermanfaat dan kita semua bisa terhindar dari sifat-sifat yang dimiliki oleh Abu Lahab dan istrinya.

Komentar