Abu Bakar Lengkap [Nama Asli, Ayah, Istri, Bisnis, Cerita Masa Kecil, dan Kisah Teladan]

Abu Bakar Lengkap - Kamu pasti ingin mengetahui semua hal tentang abu bakar, terutama siapa nama asli Abu Bakar?, Siapa nama ayah Abu Bakar ? seperti apa bisnis Abu Bakar Ash Shiddiq? Cerita tentang Abu Bakar Ash Shiddiq ketika masih kecil? Siapa nama istri Abu Bakar Ash Shiddiq? lalu kisah teladan Abu Bakar Ash Shiddiq? Selengkapnya ada dibawah ini.

Nama Asli Abu Bakar

Nama Asli Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdul Ka'bah bin Abi Quhafah, beliau lahir pada tahun 572 Masehi dan wafat pada tanggal 23 Agustus 634 Masehi atau pada tanggal 21 Jumadil Akhir 13 H berdasarkan kalender Islam. Beliau termasuk diantara orang-orang yang paling awal memeluk agama Islam, atau dikenal dengan sebutan As-sabiqun Al-awwalun. Ciri fisik beliau adalah berkulit putih, tubuhnya kurus, rambutnya lebat, tampak kurus wajahnya, dahinya muncul dan beliau sering memakai hinaa dan katm.
Abu Bakar
Nama lengkapnya adalah 'Abdullah bin 'Utsman bin Amir bin Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Quraisy. Bertemu nasabnya dengan nabi pada kakeknya bernama Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay dan nama panggilan ibu dari Abu Bakar adalah Ummu al-Khair sedangkan nama aslinya adalah Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim yang berarti ayah dan ibunya sama-sama dari kabilah Bani Taim.

Ayah Abu Bakar Ash Shiddiq

Ayah beliau sering di panggil dengan nama Abu Quhafa namun nama asli ayah beliau adalah Uthman Abu Quhafa. Beliau menghabiskan masa kecilnya seperti anak-anak Arab pada zaman itu diantara suku Badui, mereka sering menyebut diri mereka dengan nama Ahl-i-ba'eer atau Rakyat Unta. Karena beliau sering bermain dengan unta dan kambing, hal inilah yang membuat beliau sering dipanggil dengan nama Abu Bakar yang berarti Bapak Unta.

Bisnis Abu Bakar

Pada saat beliau berusia ± 10 tahun, beliau pergi ke Suriah bersama ayahnya dengan Kafilah dagang dan Nabi Muhammad SAW yang saat itu berusia ± 12 tahun juga ikut dalam rombongan itu, beliau dan Nabi Muhammad mulai diajarkan bagaimana cara berdagang agar bisa hidup mandiri. Pada tahun 591 tepatnya saat beliau berusia 18 tahun, beliau telah berprofesi sebagai pedagang kain menggantikan sang ayah untuk meneruskan bisnis keluarga.

Dan tahun-tahun selanjutnya beliau sering berpergian bersama para kafilah melakukan perjalanan bisnis ke Yaman, Suriah dan beberapa tempat lainnya. Ketika Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, maka Nabi Muhammad adalah tetangga beliau. Dan sejak saat itu mereka berkenalan dan menjadi sahabat. Usia beliau dan Nabi Muhammad SAW hanya berseliaih 2 tahun 1 bulan, beliau lebih muda dari Nabi MuhammadSAW. Apalagi profesi mereka yang sama yaitu pedagang dan ahli berdagang.

Bisnis yang semakin pesat berkembang membuat beliau semakin kaya dan mempengaruhi status sosial beliau, meski ayahnya masih hidup beliau telah diakui sebagai Kepala Kaumnya. Beliau sangat terpelajar yaitu bisa menulis dan membaca serta menyukai puisi. Beliau sering menghadiri pameran tahunan di Ukaz dan ikut berpatisipasi dalam simposium putis. Beliau juga memiliki daya ingat yang bagus serta memahami dengan baik sisilah atau asal usul suku-suku Arab, sejarah dan juga politik mereka.

Cerita Abu Bakar Ketika Masih Kecil

Ada sebuah cerita ketika beliau masih kecil, saat itu ayahnya membawanya ke Ka'bah dan meminta beliau berdoa pada Berhala karena ayahnya akan pergi untuk menyelesaikan urusan bisnis lainnya dan meninggalkan beliau sendiri bersama berhala-berhala tersebut. Beliau berdoa pada berhala, " Ya Tuhanku, aku sedang membutuhkan pakaian, berikanlah padaku pakaian." namun berhala itu tetap acuh tak acuh.

Beliau mencoba berdoa pada berhala yang lainnya, "Ya Tuhanku berikanlah aku makanan yang lezat, lihatlah aku sangat lapar." sama seperti berhala yang pertama, beliau lagi-lagi diacuhkan. Melihat kedua permintaannya tak dikabulkan maka kesabaran beliau habis, dengan mengangkat sebuah batu dan berkata pada berhala tersebut. "Di sini aku sedang mengangkat batu dan akan mengarahkannya padaMu, kalau Kau memang Tuhan maka lindungilah diriMu sendiri!"

Beliau melemparkan batu tersebut ke arah berhala dan meninggalkan Ka'bah. Sejak saat itu beliau tak pernah lagi datang ke Ka'bah untuk menyembah berhala-berhala di Ka'bah. Setelah kembali dari Yaman dalam hal perjalanan bisnis, beliau diberitahukan oleh teman-temannya bahwa ketika beliau tidak ada di Mekkah, Nabi Muhammad SAW menyatakan dirinya bahwa beliau adalah seorang utusan Allah. Suatu hari beliau hendak bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, setelah bertemu beliau bertanya pada Nabi Muhammad SAW

"Wahai Abu Qosim ada apa denganmu sehingga engkau tidak terlihat di majelis kaummu? Dan orang-orang menuduh bahwa engkau telah berkata buruk tentang nenek moyangmu serta lain-lainnya lagi?" Nama Abu Qosim adalah nama panggilan Nabi Muhammad SAW. Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab, "sesungguhnya aku adalah utusan Allah dan aku mengajak kamu kepada Allah." setelah mendengar perkataan Nabi Muhammad SAW, beliau menyatakan memeluk agama Islam.

Istri Abu Bakar Ash Shiddiq

Sayangnya istri beliau yang bernama Qutaylah binti Abd-al-Uzza tidak menerima agama Islam, karena itu beliau menceraikannya. Sedangkan istri yang lain yang bernama Ummi Ruman menjadi mualaf begitu juga dengan Aisyah dan anak-anak beliau yang lainnya. Hanya Abdurrahman bin Abu Bakar yang tidak memerima agama Islam. Beliau banyak membantu Nabi Muhammad dalam berdakwa sehingga banyak dari teman-teman dekatnya memeluk agama Islam.

Seperti Ustman bin Affan Thalhah bin Ubaidilah, Zubair bin Awwam dan Sa'ad bin Abi Waqas, beliaulah yang mengajak mereka memeluk agama Islam, lalu mereka-pun masuk islam. Setelah itu Nabi Muhammad SAW merubah nama Abdul Ka'bah yang memiliki arti Hamba Ka'bah menjadi Abdullah yang berarti Hamba Allah, beliau juga diberi gelar oleh Nabi Muhammad SAW Ash-Shiddiq yang berarti Yang Berkata Benar atau Jujur.

Karena beliau membenarkan peristiwa Isra Mi'raj yang diceritakan Nabi Muhammad SAW kepada para pengikutnya dikarenakan banyak yang meragukan kebenaran cerita tersebut. Sejak saat itu nama beliau lebih di kenal dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Setelah memeluk agama Islam, beliau dan para pemeluk agama Islam lainnya mengalami penyiksaan dari penduduk Mekkah yang mayoritas masib memeluk agama nenek moyang mereka.

Tetapi yang paling parah mendapat siksaan adalah golongan budak, sementara pemeluk yang bukan budak masih dilindungi oleh saudara, keluarga atau sahabat mereka. Melihat para budak yang mendapat siksaan dari tuannya, membuat beliau berniat membebaskan para budak tersebut dengan membeli pada tuannya. Setelah di beli, budak-budak tersebut di beri kemerdekaan. Salah satu budak yang beliau beli dan dibebaskan dari perbudakan adalah Bilal bin Rabah.

Kisah Teladan Abu Bakar Ash Shiddiq

Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad SAW pindah ke Madinah pada tahun 622M, beliaulah satu-satunya orang yang menemani Nabi Muhammad SAW. Beliau juga terikat secara kekeluargaan dengan Nabi Muhammad SAW di mana beliau adalah ayah mertua Nabi, karena Nabi Muhammad SAW menikahi putrinya yang bernama Aisyah. Menjelang wafatnya Nabi Muhammad SAW, beliau ditunjuk untuk menjadi imam salat menggantikan Nabi Muhammad SAW yang terbaring tak berdaya karena sakit.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, beberapa pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Tsaqifah bani Saidah yang terletak di Madinah melakukan musyawarah dan menunjuk beliau sebagai pemimpin baru umat Islam atau Khalifah Islam pada tahun 632 Masehi. Akibat dari musyawarah tersebut, terjadi perpecahan pendapat karena sebagian beranggapan jika yang pantas menggantikan Nabi Muhammad SAW adalah Ali bin Abi Thalib yang merupakan menantu Nabi Muhammad SAW, bukan beliau.

Karena itu umat Islam terpecah menjadi dua bagian yaitu kaum Sunni dan Syi'ah. Beliau mendapat gelar Khulafaur Rasyidin atau yang berarti Khalifah Yang Diberi Petunjuk. Setelah beliau memimpin Khalifah Islam, terjadi beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan Negara Islam muncul. Beberapa suku Arab yang berasal dari daerah Hijaz dan Najeb membangkang kepada Khalifah baru dan sistem yang ada, beberapa menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh.

Sebagian lainnya kembali memeluk agama nenek moyang mereka yaitu mebyembah berhala, suku-suku tersebut beranggapan bahwa mereka hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad SAW dan karena kematian Nabi Muhammad SAW maka komitmen tersebut tidak berlaku lagi. Karena hal ini beliau menyatakan perang pada auku-suku tersebut. Perang tersebut di kenal dengan nama Perang Riddah, perang tersebut merupakan perang terbesar dalam memerangi Ibnu Habi al-Hanafi yang dikenal dengan nama Musailamah al-Kazzah atau Musailamah si pendusta.

Karena dia mengklaim dirinya sebagai nabi baru yang menggantikan Nabi Muhammad SAW. Setelah menstabilkan keadaan internal dan secara penuh menguasai jazirah Arab, maka beliau memerintahkan para jendral Islam melawan kekaisaran Bizantium dan kekaisaran Sassanid. Dalam peperangan tersebut banyak para penghafal Al-Qur'an terbunuh, oleh karena itu beliau melakukan pelestarian pada teks-teks Al-Qur'an yang ditulis oleh para Hafidz.

Pelestarian ini diketuai oleh Zaid bin Tsabit dengan beberapa orang membentuk team untuk mengumpulkan semua tulisan teks Qur'an baik yang tertulis dari kulit maupun tulang dan lain sebagainya. Masa pemimpinan beliau sekitar 2 tahun, 2 bulan dan 14 hari. Sebelum beliau wafat, beliau menderita sakit yang di deranya saat berusia 61 tahun, kemudian beliau dimakamkan di rumah putrinya Aisyah di delat Masjid Nabawi di samping makam Nabi Muhammad SAW.

Demikianlah informasi mengenai Abu Bakar, semoga bisa membantu dan bermanfaat. Terima kasih.

Komentar